( Chapter 1 )
Tinggal
bersama-sama.Sebuah kaliamta yang tak pernah asing ditelinga kita. Bagaimana tidak,
kita itu makhluk sosial pasti tinggal bersama-sama. Tapi, kalau tinggal
bersama-samanya bukan sama orangtua gimana? Hayooo... Ya,seperti mondok, ngekos
atau mungkin asrama? Bagaiaman menurut kalian? Males? Ogah? Atau mengasyikkan?
Itu
semua tergantung sang pemilik hati. Setiap hati insan tidakalah sama. Jika memang
sama itu takkan mungkin dalam skala 100%. Karena perbedaan itu pasti hadir
menyapa setiap insan di alam ini. Bukan hanya dalah masalah hati tapi, juga
dalam segala bentuk. Tapi, jangan risau pada perbedaan. Karena perbedaanlah
yang mengajarkan hidup lebih mengerti dan memahami bantalan juang dalam hidup.
Oke,
kita langsung saja. Mau tau namaku? Pasti kalian sudah tahu. Atau mungkin
kalian buka blog ini, asal buka saja. Oh don’t do it. It’s not fine. You must
know who am i? Panggil saja Jami. Karena namaku itu jika kalian ucapkan sudah
mengamalkan salah satu asmaul husna. Bagi kalian yang muslim aku berharap
kalian tahu apa itu asmaul husna. Kalau gak tau berarti kalian islam fotocopy.
Aku
tinggal di Asrama Putri Unesa. Berada pada lantai tiga kamar 307. Dalam kamar
ini ada empat orang anak termasuk aku. Mereka Mbk Ana, Nia, dan Tita serta aku
( Jamiatus ). Asrama itu SESAK ( Sangat Seru And Asyik ). Tapi, itu kembali lagi pada yang
di atas tadi. Yakni hati. Kalau aku sendiri asik. Aku masuk asrama tanggal 26
Agustus 2015. Datang ke asrama sama seorang tukang ojek. Tukang ojek? Buat apa?
Ya buat ngantarin aku dari gang sampai depan asrama. Bukan untuk ngedatarin
loh. Iya, tinggal di asrama itu kalian harus daftar. Biar kalian itu terdaftar
dalam kependudukan asrama. Aku ke Surabaya lebih tepatnya untuk kuliah di
UNESA. Karena kebanyakan tempat kos-kosan itu melebihi harga yang aku mampu
bayar, jadi aku tinggal di Asrama. Awalnya,mikir kalau di asrama itu pasti gak
enak, banyak aturan yang bikin kita jadi gak betah, dan lain-lain. Tapi, semua
itu hilang seketika saat akau berada di asrama Putri UNESA.
Asramaku
ini memiliki banyak fasilitas. Mulai dari tempat tidur sampai Wi-Fi. Bukan hanya
itu saja, pembayarannya juga ekonomis, pas dikantong. Hahah..makanan kali. Eh makanan
juga ekonomis di sini dan gampang. Di asrama itu ±Rp 200. 000/bulan. Tapi,
pembayarannya per semester. Tapi, bisa nyicil lohhhh....
Di
Asrama itu kataku SESAK. Karena kalau kita butuh apa-apa, banyak yang bisa
ngasih pertolongan dan dimintai tolong. Terus kita juga sering banyak bersenda
gurau. Hmm...berbicara bersenda gurau, kamarku itu sepertinya paling heboh. Bagaimana
tidak? Di kamarku ada yang suku jawa dan madura. Aku dan Tita berasal dari
Madura. Mbk Ana dan Nia dari Jawa. Jadi kami atau yang lebih tepatnya aku, yang
notabennya kurang mengerti bahasa Jawa, suka mengalihkan arti dan ya, gitu deh.
Huh jadi aku ngerasa aku itu paling bego di kamar. Tapi, itu jadi lawakkan di
kamar ini.
“Mi,
aku kan tadi berangkat pagi.Hiss.. sia-sia mi.” Tutur Mbk Ana.
“Loh,
kenapa emangnya mbk?” Tanyaku heran.
“Ya,
ternyata kuliahku itu awan-awan. Jadi aku ngantenin di kampus.” Ucap Mbk Ana.
“Awan-awan?
Jami langit-langit deh kalo gitu?” Ucapku yang mengira bahwa mbk Ana sedang bercanda.
“Hahahahahaha....oppo’o
jami iki?” Ucapa Mbk Ana dengan tawanya yang masih menggelegar di ruang kamar. Tapi
aku, hanya diam. Karena aku rasa nggak ada yang lucu. Ya, walaupun aku tau niat
mbk Ana itu bercanda. Tapi, aneh saja. Atau memang aku yang alien disin. Entahlah.
“Kok
mbk ketawa?” Tanyaku heran dengan wajah yang sudah kusut. Mungkin perlu
disetrika.
“Kamu
tau awan-awan itu apa?” Tanya mbk Ana seraya memegang perutnya.
“Awan-awan?
Itu yang di atas, dekatnya langit.” Jawabku seraya mengarahkan telunjukku arah
jendela menunjuk langit dari dalam kamar. Tapi, mbk Ana malah tambah tertawa. Sumpah,
aku merasa aku Alien dari planet Pluto saat ini.
“
Awan-awan itu artinya siang Jami.” Ucap mbk Ana. Dan seketika itu aku memahami
maksud dari kata awan-awan itu. Tawaku langsung memuncak pada pucuk gunung
mungkin. Suaraku sungguh nyaring. Bagaimana tidak aku tidak tertawa, setelah
tahu bahwa aku itu paling......apa ya , pokoknya paling.
Sekilas
tadi anggap saja intermezo. Di asrama pasti punya aturan. Apalagi dalam hal
kebersihan. Ya, karena kebersihan itu sebagian dari keimanan. Jadi, kalau
kalian gak bersih, berarti iman kalian itu hanya setengah. Berbicara kebersihan,
kakak seniorku yang bernama Roudhotul Janah ini, patut di acungi 4 jempol. Seandainya
ada lebih mungkin lebih jempol. Lebay deh Jami. Apasih mbk Ana? Mbk Ana baca
ta?. Ya, mbkku yang cantik,tapi rada-rada demam ini patut dicontoh. Jadi anak-anak,
contoh ya Mbk Ana.
Oya,
kalian kalau lapar jangan khawatir. Karena di sini disediakan pantry untuk
kalian masak nasi. Masak nasi ja ya. Jadi kalian yang punya penanak nasi
llistrik bisa di bawa kesini. Atau kalian punya ricecooker yang serba guna. Bisa
dipakai untuk masak ikan, gak papa dibawa saja. Asalkan jangan bawa yang berbau
gas. Karena asramaku ini menghindari hal-hal yang dapat merugikan. Tapi, bagi
kalian yang gak punya alat itu TENANG saja! Karena tepat di lantai dasar Asrama
ini ada kantin asrama yang makanannya murah banget. Cukup dengan uang Rp5000
kalian udah dapat lauk sama nasi. Gimana? Enakkan diasrama? Bukan Cuma kantin
aja, disini ada Wi-Fi jadi bagi kalian yang punya banyak tugas, gampang. Atau yang
lagi kanker gak bisa beli paketan, GAMPANG. Pokoknya pokoknya deh.
Comments
Post a Comment